Minggu, 01 November 2015

Pascabentrok di Aceh Singkil, Umat Islam dan Kristen Jaga Gereja di Subulussalam

Kronologi pembakaran gereja di Aceh

 

Umat Islam dan Kristen di Kota Subulussalam bahu-membahu menjaga empat gereja di kota tersebut. Hal itu dilakukan setelah terjadinya bentrok antarkelompok warga di Kabupaten Aceh Singkil, Selasa (13/10/2015).
Tokoh agama Kristen dari Barisan Toba Kota Subulussalam, Piktor Situmorang, Rabu (14/10/2015), mengatakan, sejak semalam, ia bersama pemuda dan tokoh agama Muslim turun mengamankan gereja. Aparat keamanan juga berjaga-jaga hingga hari ini.
"Bahkan, Syarif Bancin, tokoh agama Muslim di Subulussalam, turut berjaga sampai pagi di gereja. Kami di Subulussalam ini sangat rukun dan akur antarumat beragama," kata Piktor kepada Kompas.com, Rabu.
Penjagaan itu dilakukan untuk memastikan bahwa rumah ibadah itu aman dan tidak ada orang yang memprovokasi warga. Piktor mengimbau seluruh umat Kristiani di Aceh Singkil dan Subulussalam untuk tidak terpancing isu-isu yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Dia mengajak seluruh umat Kristiani menahan diri dan tetap berpikir jernih dalam melihat kasus bentrok warga di Aceh Singkil.
"Mari sama-sama menghormati keyakinan masing-masing. Kita harus rukun dan berdampingan," kata Piktor.
Bentrok antarwarga di Kecamatan Simpang Kanan dan Gunung Meria Aceh Singkil terjadi pada Selasa pagi. Satu orang meninggal dunia akibat terkena peluru gotri dan empat orang luka-luka dalam bentrok yang dipicu oleh pembakaran sebuah rumah yang dijadikan tempat ibadah di daerah tersebut. Keempat korban luka dirawat di Rumah Sakit Umum Aceh Singkil.

7 komentar:

  1. Mungkin itu cma karna ada provokator aja gan

    BalasHapus
  2. Mungkin itu cma karna ada provokator aja gan

    BalasHapus
  3. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  4. Bagus kalo smua ky gni haha. Makin damai. Tapi disyukuri aja. Smua sedang proses pembentukan :)

    BalasHapus
  5. Berdamai dan bersatu patut diacungi jempol

    BalasHapus
  6. pelaku pembakarannya ga pantas pakai kata islam di KTPnya, toh islam sendiri mengajarkan kerukunan bukan anarki

    BalasHapus

Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!