Minggu, 01 November 2015

 

Poligami dalam Perspektif Hukum Islam

A. Pendahuluan.

Poligami selalu menarik untuk dibicarakan, bahkan mungkin sampai hari akhir nanti orang tidak akan berhenti berbicara tentang poligami. Yang menjadi pertanyaan serius, apakah benar Islam membenarkan poligami?

B. Dalil-Dalil.

Teks Al-Quran perihal poligami adalah Surat An-Nisa’ ayat (3):
Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi: dua, tiga atau empat.Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.

C. Pendapat Ulama.

  • Ulama klasik, seperti imam Syafi’i, Hanafi, Maliki dan Hambali berpendapat bahwa seorang suami boleh memiliki istri lebih dari satu, karena dalam agama Islam seseorang laki-laki dibolehkan mengawini lebih dari satu tetapi dibatasi hanya sampai empat orang istri. Akan tetapi kebolehannya tersebut memiliki syarat yaitu berlaku adil antara perempuan-perempuan itu, baik dari nafkah atau gilirannya.
  • Ulama kontemporer, seperti Syekh Muhammad Abduh menyatakan, poligami adalah penyimpangan dari ikatan perkawinan yang wajar dan hanya dibenarkan secara syar’i dalam keadaan darurat sosial, seperti perang, dengan syarat tidak menimbulkan kerusakan dan kezaliman (Tafsir al-Manar, 4/287).
  • Menurut Kompilasi Hukum Islam, yang dijadikan sebagai hukum materiil Pengadilan Agama yang merupakan hasil ijtihad para ulama Indonesia seorang laki-laki diperbolehkan poligami jika isteri dalam keadaan sakit yang tidak bisa disembuhkan atau tidak bisa memberi keturunan. Itupun harus dengan izin isteri yang dipoligami dan harus membuat pernyataan sanggup berlaku adil serta mampu memberi nafkah.

D. Analisa.

Ketika Islam datang, masyarakat Arab saat itu sudah menganut pernikahan dengan model poligami. Karena semakin banyak isteri seseorang, maka semakin tinggi pula status sosialnya. Sehingga tidak heran jika dikabarkan ada satu orang laki-laki yang memiliki isteri sampai dengan 100.
Kemudian datanglah risalah Islam dengan membatasi poligami tidak lebih dari 4 orang isteri saja. Tidak terkecuali sahabat Nabi saw yang memiliki 40 orang isteri harus memilih 4 orang untuk dijadikan sebagai isteri. Tidak mudah tentunya bagi Nabi Muhammad untuk menyampaikan ajaran ini.
Tidak dapat dibayangkan jika saat itu Islam mengharuskan umatnya untuk memilih 1 orang isteri dari sekian puluh isteri yang ada. Namun terlepas dari angka 4 sebagai batasan maksimal seorang laki-laki dalam mempunyai isteri, ayat di atas tidak boleh dipahami secara parsial (sepenggal-sepenggal).
Masih dalam ayat yang sama, Allah swt berfirman “Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja”. Dalam ayat selanjutnya disebutkan bahwa Allah berfirman: Maka tidaklah sekali-kali pun kamu dapat berbuat adil. Artinya, sebenarnya Allah swt Maha tahu bahwa manusia tidak dapat berbuat adil. Jika manusia tidak dapat berbuat adil, tentu tidak disyariatkan untuk beristeri lebih dari 1 orang.
Lalu mengapa dalam ayat tersebut Allah menggunakan lafadz perintah, ” Bukankah ini sama saja Islam membolehkan poligami? ya, tetapi perlu dipahami bahwa pembolehannya sebagaimana pendapat yang disampaikan oleh Muhammad Abduh, hanya dalam keadaan dharurat saja. Seperti isteri sakit yang tidak dapat disembuhkan atau tidak dapat memberikan keturunan. Dan ini adalah jalan alternative ketika seorang isteri yang dalam kondisi demikian tidak ingin bercerai dengan suaminya.
KESIMPULAN
  1. Perkawinan menurut Islam pada asasnya menganut sistem monogami.
  2. Poligami hanya diperbolehkan dalam keadaan dharurat, dan suami harus mampu berbuat adil serta mampu memberi nafkah
  3. Poligami hanya dibatasi maksimal 4 orang isteri saja.
  • analisis tentang poligami dalam hukum islam
  • kenapa islam membenarkan poligami
  • poligami menurut islam

Pascabentrok di Aceh Singkil, Umat Islam dan Kristen Jaga Gereja di Subulussalam

Kronologi pembakaran gereja di Aceh

 

Umat Islam dan Kristen di Kota Subulussalam bahu-membahu menjaga empat gereja di kota tersebut. Hal itu dilakukan setelah terjadinya bentrok antarkelompok warga di Kabupaten Aceh Singkil, Selasa (13/10/2015).
Tokoh agama Kristen dari Barisan Toba Kota Subulussalam, Piktor Situmorang, Rabu (14/10/2015), mengatakan, sejak semalam, ia bersama pemuda dan tokoh agama Muslim turun mengamankan gereja. Aparat keamanan juga berjaga-jaga hingga hari ini.
"Bahkan, Syarif Bancin, tokoh agama Muslim di Subulussalam, turut berjaga sampai pagi di gereja. Kami di Subulussalam ini sangat rukun dan akur antarumat beragama," kata Piktor kepada Kompas.com, Rabu.
Penjagaan itu dilakukan untuk memastikan bahwa rumah ibadah itu aman dan tidak ada orang yang memprovokasi warga. Piktor mengimbau seluruh umat Kristiani di Aceh Singkil dan Subulussalam untuk tidak terpancing isu-isu yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Dia mengajak seluruh umat Kristiani menahan diri dan tetap berpikir jernih dalam melihat kasus bentrok warga di Aceh Singkil.
"Mari sama-sama menghormati keyakinan masing-masing. Kita harus rukun dan berdampingan," kata Piktor.
Bentrok antarwarga di Kecamatan Simpang Kanan dan Gunung Meria Aceh Singkil terjadi pada Selasa pagi. Satu orang meninggal dunia akibat terkena peluru gotri dan empat orang luka-luka dalam bentrok yang dipicu oleh pembakaran sebuah rumah yang dijadikan tempat ibadah di daerah tersebut. Keempat korban luka dirawat di Rumah Sakit Umum Aceh Singkil.
Selain memiliki ibu kandung, ternyata Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama memiliki seorang ibu angkat. Dia adalah Misribu Andi Baso Amier binti Acca (almarhum), seorang wanita asal Bugis yang mengurus Basuki selama menempuh pendidikan di Jakarta. 

Peran Misribu begitu besar di dalam kehidupan Basuki. Basuki bahkan rela meninggalkan beberapa pekerjaannya untuk mengantar sang ibu angkat hingga ke peristirahatan terakhirnya pada (16/10/2014) lalu. 

Siapa Misribu, ibu angkat Basuki yang juga seorang Muslim tersebut?

"Jadi, dulu, bapak saya itu kan berteman banyak sama orang Bugis. Ibu Misribu juga orang Bugis. Bapak saya berteman sama suaminya, Andi Baso Amir," cerita Basuki di Balaikota, Selasa (28/10/2014).

Jika sedang berada di Jakarta, Basuki dan keluarganya yang berasal dari Belitung Timur selalu berkunjung ke rumah (Kalibata) dan kantor Misribu, di Kantor Sakti Plaza (Pancoran). Karena hubungan pertemanan yang begitu erat antara Indra Basuki (ayah Basuki) dan Andi Baso Amir, keluarga Andi Baso mengikat keluarga Basuki sebagai saudara. Ikatan saudara itu dikatakan Basuki sebagai ikatan saudara sehidup sedunia-akhirat. 

‎Basuki menceritakan, sebelum sang ayah mengembuskan napas terakhir, Basuki dititipkan kepada keluarga Andi Baso Amir dan Misribu untuk dirawat selama di Jakarta. Saat itu, Basuki sedang mengenyam pendidikan di bangku kuliah, di Universitas Trisakti. 

"Waktu kuliah dulu, keluarga dia juga sudah bantu keluarga kami. Bu Misribu bilang, 'sudah kamu kuliah saja, kami yang bisnis mencari uang untuk hidup'," kenang Basuki, yang juga akrab disapa Ahok ini. 

Ikatan saudara angkat dua keluarga itu pula yang menjadikan Basuki diangkat menjadi anak di keluarga Andi-Misribu. ‎Hubungan di antara dua keluarga itu tetap terjalin baik hingga Misribu mengembuskan napas terakhirnya, pertengahan Oktober lalu. 

"Beliau itu orang yang paling yakin bahwa saya bisa jadi pejabat. Beliau yakin banget saya bisa jadi gubernur. Yakin banget beliau."

Bagi saya ini adalah jawaban atas fitnah kepada Ahok yang membenci orang Islam, bagaimana mungkin Ahok memebenci Islam bila ibu angkat yang berjasa besar kepada dirinya adalah muslimah. Ahok dan keluarganya secara administratif beragama Kristen Protestan, namun karena sejak kecil hidup di lingkungan Islami di Pulau Belitung, Ahok paham betul ajaran Islam.

Foto Profil 
 
16 Alasan Umat Islam Menolak Ahok Jadi Gubernur DKI Jakarta 

1. Ahok hancurkan masjid Baitul Arif di Jatinegara, sehingga warga setempat tidak bisa shalat Jum'at dan melakukan kajian Islam sampai saat ini. 
FACT : Ahok menghancurkan Masjid Baitul Arif di Jatinegara, bukan semata-mata karena membenci umat Islam, melainkan tempat Masjid Baitul Arif itu berada di tengah2 lahan, yang sebenarnya lahan itu mau dibangun Rumah susun bagi masyarakat kurang mampu, bahkan Ahok berjanji bahwa di dalam rumah susun itu akan di bangun kembali Masjid Baitul Arif bahkan dengan lebih bagus. Kita seringkali termakan apa yang kita lihat terlebih dahulu dibandingkan apa yang di lakukan di masa depan. Kita tidak bisa memandang sesuatu sebelah mata dan terpengaruh oleh kelompok-kelompok yang membenci seseorang karena alasan tertentu. kita harus bisa menjernihkan pikiran kita dan melihat segala sesuatu secara normal dan tidak berpihak, dan serta berani berkata tidak.

2. Ahok juga menghancurkan masjid bersejarah Amir Hamzah di Taman Ismail Marzuki (TIM) dengan dalih renovasi namun hingga hari ini tidak ada tanda-tanda akan dibangun kembali. 
FACT: Banyak berita-berita yang muncul karena Pembongkaran Masjid bersejarah Amir Hamzah, disebabkan oleh Ahok yang becus mengatur kota Jakarta, dan banyak muncul dorongan Ahok membenci Islam. Banyak kaum radikal yang mengepost bahwa Ahok sangat membenci Islam buktinya adalah menghancurkan 2 Masjid, bahkan salah satunya adalah Masjid bersejarah Amir Hamzah di TMII, dan banyak yang bilang bahwa Ahok tidak membicarakan dengan pihak setempat. Inilah buktinya :


3. Tidak puas dengan meghancurkan masjid-masjid, Ahok mengganti para pejabat muslim dengan pejabat-pejabat Cina kafir seperti lurah Susan, lurah Grace, dan selainnya. Tidak hanya itu, kepala sekolah muslim di DKI juga banyak yang diganti dengan alasan lelang jabatan, hasilnya banyak kepala sekolah Kristen sekarang. 


4. Merasa didukung media-media sekuler, Ahok terus menghapus simbol-simbol Islam melalui Kadisdik DKI yang kafir Lasro Masbrun. Dia mengeluarkan aturan mengganti busana muslim di sekolah-sekolah DKI setiap Jum'at lalu diganti dengan baju Betawi. Padahal sebenarnya baju Betawi bisa di hari lain, seperti aturan di sekolah-sekolah Bandung, yaitu hari Rabu untuk baju daerah (sunda), sedangkan Jum'at tetap dengan busana muslim.

5. Setelah sukses menghancurkan masjid dan hilangkan simbol-simbol Islam di DKI Jakarta, Ahok juga membatasi kegiatan syi’ar Islam seperti malam takbiran dengan alasan macet, padahal perayaan tahun baru yang dipimpin AHOK JAUH LEBIH PARAH macet dengan menutup jalan-jalan protokol Jakarta. 

6. Ahok juga mendukung legalisasi pelacuran yaitu lokalisasi, dan menyebut yang menolaknya adalah munafik termasuk Muhammadiyah, akhirnya Muhamadiyah resmi melaporkan Ahok ke polisi dengan pasal penghinaan. 

7. Ketika umat Islam mati-matian memprotes missworld, Ahok justru mendukung total bahkan bangga jika Jakarta jadi tuan rumah final Miss World. 

8. Yang paling parah adalah Ahok mendukung wacana penghapusan kolom agama di KTP. 

9. Ahok juga mengeluarkan pernyataan yg mengejutkan : BOLEH MINUM BIR, asal jangan mabok. 

10. Tidak cuma mendukung missworld, Ahok juga mendukung penuh konser maksiat Lady Gaga, Ahok selalu mendukung apa yang diprotes umat Islam. 

11. Ahok dengan lancang melecehkan ayat suci, dia bilang ayat suci wajib tunduk pada ayat konstitusi. 

12. Pada lebaran yang lalu, situasi yang adem tiba-tiba menjadi panas kembali dengan wacana Ahok akan menghapuskan cuti bersama saat kebaran. 

13. Ahok juga menentang habis manifesto partai gerinda tentang pemurnian agama dari aliran sesat. 

14. Ada yang bilang, tidak apa-apa pemimpin kafir asal tidak korupsi. Ternyata Ahok diduga kuat terlibat korupsi pengadaan bus Transjakarta sebesar 1,6 T. Koruptor-koruptor BLBI juga kebanyakan "sejenis" dengan Ahok, yaitu konglomerat-konglomerat Tionghoa kafir. 

15. AHOK LARANG TABLIGH AKBAR, lagi-lagi dg alasan bikin macet. Padahal perayaan tahun baru yang Ahok buat lebih parah bikin macet dengan menutup sejumlah jalan protokol [Baca: Awas! Ahok & MUI DKI Jakarta akan Larang Tabligh Akbar di Jalan Raya] 


16. Kasus terbaru, Ahok mengeluarkan aturan larangan menyembelih hewan kurban di sekolah negeri dan masjid.
Pemotongan hanya dibolehkan di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Cakung. Dalihnya demi kebersihan kota. Aturan pelarangan ini tertuang dalam instruksi Gubernur67 tahun 2014. Penendatanganan dilakukan ketika menjadi Plt Gubernur tanggal 17 Juli 2014.

Karena terlalu panjang jika saya bahas semua, maka dari itu saya menghimbau untuk kita semua jangan memandang seseorang dari sebelah mata saja, hanya karena beda agama atau beda ras, itu semua menjadikan kita arogan. Sebaiknya jika mendapatkan sebuah berita jangan kita telan mentah-mentah, tetapi lebih baik jika kita mencari kebenarannya terlebih dahulu, supaya kita pun tidak terpengaruh oleh kaum radikal yang membenci seseorang secara subjektif. Dalam setiap kitab suci seluruh agama tidak ada yang menolak pemimpin negara atau kota beda agama dengan agama yang di anutnya. semoga blog ini membantu kita kedepan untuk berpikir lebih bijaksana.
Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!