Minggu, 13 Desember 2015

so guysss sebenarnya ini adalah proyek kebaikan dari kelompok saya.

Pada awalnya saya bingung mau melakukan proyek kebaikan apa yang berbeda dari kelompok lainnya, dan saya juga ingin proyek ini tidak sekedar hanya proyek biasa, saya ingin bisa berkesan baik saya, teman-teman saya juga bagi proyek itu sendiri. Pada awal saya tiba di Semarang, saya setiap minggu di ajak oleh adik sepupu saya untuk bergereja di Alfa Omega, di Jl Gajah Mada. Pada awalnya saya ikut kebaktian umum atau lebih tepatnya kebaktian dewasa. Tapi di lain minggu saya di ajak adik sepupu saya untuk melayani di Namba atau lebih sering di sebut kebaktian anak-anak. karena saya suka anak-anak akhirnya saya ikut melayani di sana, dari menyanyi dengan gerakan sampai prakarya. Nah tiba-tiba saya berpikir untuk melayani di gereja untuk proyek kebaikan saya. Tetapi saya bingung karena di kelompok saya mayoritas Muslim. Akhirnya setelah berembuk mereka menyetuji rencana saya. Akhirnya saya memulai menghubungi gereja Alfa Omega untuk merelasasikan rencana ini dan menyusun rencana acara tentang apa saja yang akan kita lakukan disana. Pada hari Minggu pagi2 kita siap2 untuk gereja, pertama kita menghibur anak-anak untuk melakukan game yaitu menyanyi balon ku dan potong bebek di ganti dengan huruf u dan o semua. Para anak-anak merespons dengan baik dan sangat lucu dan berkesan saat anak-anak mulai ikut menyanyikan, lucu sekali haha.. lalu masuk game yang kedua yaitu nyanyi potong bebek angsa dengan gerekan yan lucu, lagi lagi anak-anak menirukan dengan lucu dan antusias. Untuk menutup perjumpaan yang berkesan, kami menyuruh anak-anak menuliskan cita-cita mereka di sebuah kertas dan menempelnya di baloon. Setelah menempelkan cita-cita di baloon lalu kita berdoa agar cita-cita mereka dikabulkan oleh Tuhan. Ada beberapa yang saya tanya tentang mengenai cita-cita mereka. Ada yang menjawab mau jadi dokter, lalu saya bertanya kenapa mau jadi dokter, soalnya mau nyembuhin orang sakit. Ada juga yang menjawab mau jadi pilot, lalu saya bertanya lagi kenapa mau jadi pilot, soalnya mau keliling dunia. Akhirnya sampai kepuncak acara kita turun ke tempat parkiran, dan melespaskan balon secara bersamaan dan terlihat wajah-wajah gembira dan ceria dia muka anak-anak. Setelah melepaskan balon kita memberi bingkisan sebagai kenang-kenagan dari kami. Apa yang saya pribadi dapatkan adalah betapa antusiasnya temen-temen saya yang Muslim mau dengan senang hati melayani anak-anak Kristen. Toleransi dan rasa peduli kepada orang yang berbeda agama sangat tinggi menurut saya. Sebenarnya saya sangat puas dengan proyek ini.
Ini ada foto bersama beberapa anak-anak yang kita layani


Akhir-akhir ini setelah penyerangan ISIS terhadap Paris, timbul Islam Phobia di Australia. Banyak sekali masyarakat Australia yang menyerang kaum muslim terutama kepada kaum perempuan. contohnya saat Muslim perempuan sedang jalan di tengah keramaian, ada laki-laki yang sengaja melakukan pelecehan dan orang sekitarnya tidak peduli sama sekali karena wanita itu mengenakan Jilbab. Yang lebih parahanya ada suatu ketika saat cowo Muslim menyebrang jalan, cowo itu ditabrak dengan sengaja oleh orang Australian, setelah di tanya kenapa alasannya, yang menabrak hanya menjawab karena saya benci Islam. Jadi sekarang bisa di bayangkan betapa bencinya masyarakat Australia terhadap Islam hanya karena yang melakukan teroris di Paris adalah agama Islam. Pada dasarnya tidak semua orang yang beragama Islam adalah teroris. Kita sebagai orang yang berpendidikan tidak bisa berpikir seperti itu dan seharusnya berpikir bijaksana mengenai kasus terorisme di Paris tersebut. sangat di sayangkan saya tidak bisa mempublikasikan video kekerasan terhadap kaum Muslim di Australia karena akan menimbulkan perpecahan yang lebih besar. Pada dasarnya orang Australian tidak membenci Islam, tetapi karena kasus bom Paris, beberapa orang mulai menimbulkan suggest untuk membenci Islam dengan mengatas namakan tragedi bom Paris. Contohnya pada video di bawah ini yang di ambil pada bulan Oktober 2014
So guys, saya menghimbau sekali lagi untuk kita berpikir bijaksana dan tidak termakan atau terpengaruh oleh kelompok-kelompok yang menimbulkan perpecahan di bangsa kita ini.
Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!